Berita & Agenda

Pilih Investasi Reksa Dana untuk Pensiun, Jangan Lupa Mitigasi Risiko

 OLEH ISSA ALMAWADI

Berinvestasi pada instrumen reksa dana bisa jadi pilihan dalam perencanaan keuangan. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang membuat kondisi ekonomi semakin dinamis.

Menurut Senior Vice President Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan, reksa dana merupakan produk investasi yang murah meriah dan bisa menyesuaikan dengan profil risiko nasabahnya.

“Yang penting disiplin dan memiliki horizon untuk jangka waktu panjang. Dengan Rp100.000 saja masyarakat bisa punya reksa dana untuk pensiun,” ungkap Reza dalam forum Webinar : Perencanaan Keuangan Menghadapi Pensiun dan Hari Tua yang digelar Ikatan Alumni Fisip Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Senin, 15 Juni 2020.

Tapi yang perlu diingat, kata Reza, setiap investasi memiliki risiko. Karena itu mitigasi risiko menjadi penting. “Imbal hasil investasi di masa lalu juga tidak bisa menjadi patokan hasil investasi di masa depan,” imbuh dia.

Reza menjelaskan, minat masyarakat untuk berinvestasi di reksa dana pun semakin besar. Pada akhir 2019 jumlah investor reksa dana di Indonesia sebanyak 1,7 juta nasabah atau meningkat 85% dari posisi 2018.

Salah satu reksa dana yang bisa jadi pilihan adalah HPAM Ultima Ekuitas I. Dengan menggunakan tolok ukur HPAM Ultima Ekuitas I selama 5 tahun, nasabah yang melakukan investasi rutin sebesar Rp1 juta per bulan selama periode Januari 2015 – Desember 2019 bisa mendapatkan akumulasi dana sekitar Rp98 juta.

“Rinciannya, setoran bulanan secara akumulasi sebesar Rp60 juta dan sisanya merupakan hasil investasi,” ungkap Reza.

Reza kemudian membandingkan investasi di HPAM Ultima Ekuitas I dengan deposito selama periode 1 Januari 2015-30 Desember 2019. Dengan investasi awal sebesar Rp100 juta, dalam 5 tahun nasabah HPAM Ultima Ekuitas I akan mendapatkan imbal hasil 44% menjadi Rp143 juta.

Sementara pada periode yang sama, deposito bank juga memberikan hasil Rp143 juta, tapi belum termasuk potongan pajak 20%.

Sebagai informasi, reksa dana merupakan produk pasar modal yang tidak dijamin, sementara deposito adalah produk bank yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun dari sisi pemilik dana, menyimpan dan di dua instrumen itu bisa menghasilkan pertumbuhan aset yang berbeda.

Terlepas dari pemilihan reksa dana sebagai instrumen investasi dalam perencanaan keuangan, Branch Manager Henan Putihrai Asset Management Evi Sulistyawatik menambahkan, perencanaan keuangan bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya dengan menuliskan pendapatan bulanan dan pengeluaran yang wajib dibelanjakan.

“Keluarga yang ideal adalah jika mampu mengelola aset keuangan secara terukur dan disiplin,” ujar Evi.

Dia menyontohkan, pengeluaran rumah tangga bulanan ditetapkan sekitar 40% dari penghasilan, 20% untuk pinjaman dan minimal 10% untuk kegiatan investasi atau tabungan. Penghasilan bulanan sebaiknya juga disisihkan untuk biaya pendidikan anak, dana darurat serta rekreasi.

“Di tengah risiko kesehatan yang meningkat asuransi juga menjadi kebutuhan keluarga yang mesti diperhatikan. Sementara investasi adalah alat untuk mempersiapkan masa depan seperti pensiun atau bahkan kebutuhan dana darurat,” tutur Evi. (SKO)

 

https://www.trenasia.com/pilih-investasi-reksa-dana-untuk-pensiun-jangan-lupa-mitigasi-risiko/

Daily Report

Equity Analysis

Selengkapnya

Technical Analysis

Selengkapnya
Compendium

2018

Download

2017

Download