Berita & Agenda

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbaikan kinerja mulai terjadi di industri reksadana. Meski sempat anjlok di awal tahun, pelan tapi pasti kinerja reksadana saham kian ciamik.

Berdasarkan data Infovesta Utama, seluruh jenis reksadana mengalami kinerja positif selama April. Di mana reksadana saham yang tercermin pada Infovesta 90 Equity Fund Index tumbuh paling tinggi setelah naik 2,85% secara bulanan.

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, kinerja reksadana saham melejit setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound di bulan lalu. Asal tahu saja, di bulan April lalu, IHSG berhasil menguat 3,91%. Ini dipicu oleh kondisi pasar saham yang membaik setelah aksi panic selling mereda.

"IHSG sudah berada dalam pergerakan normal dan pelaku pasar memandang kondisi ke depan bisa membaik," kata Wawan, Senin (4/5). Rasa optimistis pelaku pasar juga didukung dengan berbagai upaya pemerintah yang lebih serius dalam menangani pandemi virus corona.

Lebih lanjut Wawan bilang, jika di bulan Maret lalu kinerja reksadana saham yang unggul tertolong kenaikan harga saham blue chip, untuk April, harga saham second liner sudah ikut menopang kinerja reksadana jenis ini.

 

Sementara, Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi menambahkan, dalam sebulan terakhir kinerja empat emiten bank besar cenderung flat. Sedangkan, kinerja saham berkapitalisasi sedang (middle cap) cenderung naik.

Tercatat kinerja reksadana HPAM Syariah Ekuitas juga menjadi yang paling unggul di jenis ini setelah tumbuh 19,07% secara bulanan di April. Beberapa reksadana saham HPAM pun masuk dalam 10 kinerja reksadana tertinggi.

Reza bilang, dalam meracik portofolio tidak serta-merta berdasarkan pemilihan saham ataupun model konstruksi portofolio saja. "Strategi HPAM selalu adaptive, directional, dan long bias untuk menyesuaikan portofolio," jelas dia. 

Saat ini, HPAM fokus pada emiten dengan environmental, social, and governance (ESG) baik, memiliki pendapatan dalam denominasi dolar AS dan industri yang cenderung defensif serta memiliki keuntungan untuk tumbuh setelah pandemi korona mereda.

Meski kinerja reksadana saham mulai membaik, Reza memproyeksikan kinerja reksadana saham ke depan masih akan fluktuatif bahkan untuk dua tahun ke depan. "Setiap gejolak akan ada kesempatan sambil indeks mencari consolidated staggered climb," jelas Reza.

Senada, Wawan juga memproyeksikan kinerja reksadana saham masih berfluktuasi tergantung pada sentimen pandemi virus corona. Wawan menyarankan, pelaku pasar bisa mengalokasikan paling banyak 20% dari dana investasinya di reksadana saham.

Hingga akhir tahun Reza memproyeksikan IHSG berada di level 5.700.

Daily Report

Equity Analysis

Selengkapnya

Technical Analysis

Selengkapnya
Compendium

2018

Download

2017

Download